Suara adalah Bunyi, Benarkah Begitu? Yuk, Cari Tahu

Suara Adalah Bunyi, Benarkah Begitu? Temukan Jawabnya disini

Suara adalah bagian dalam keseharian manusia, ada banyak energi yang berperan supaya aktivitas bisa berjalan lancar. Sebut saja energi panas dan energi suara.

Bayangkan jika tidak ada panas? Tanaman tidak bisa berfotosintesis, tidak ada udara segar yang baik untuk kesehatan. Begitupula vitamin D yang bersumber dari matahari.

Lalu bagaiman ajika tidak ada suara? Rasanya pasti sangat hampa. Sebagaimana ruang angkasa yang kedap suara.

Terasa sepi, sunyi dan mencekam.

Pastinya aktivitas tidak akan berjalan lancar atau bahkan tidak bisa beraktivitas sama sekali.

Suara sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Energi suara dijadikan tanda untuk mengenali sebuah kondisi dan berkomunikasi.

Jadi, bisa dibilang suara adalah kunci kelancaran manusia dalam beraktivitas terutama berkomunikasi.

Lalu apakah suara juga sama pengertiannya dengan bunyii? Atau mungkin keduanya berbeda? temukan jawabannya hanya disini

Suara

Manusia punya telinga yang didesain sedemikian rupa oleh sang pencinta untuk menangkap gelombang suara.

Ya. Suara adalah sebuah energi gelombang yang timbul dari benda-benda bergetar.

Energi yang membawa gelombang tersebut merambat melalui perantara hingga bisa ditangkap oleh gendang telinga dan kita dengar sebagai bunyi.

Begitu suara terdengar, kita akan mengenali informasi apa yang ada dibaliknya. Suara juga sangat membantu kelancara komunikasi manusia.

Karena saat bicara, berkat gelombang suara dan kemampuan telinga lah kita bisa mendengar dan memahami.

Jadi bisa disimpulkan bahwa indra pendengaran adalah salah satu kemampuan yang harus disyukuri. Berkat indra pendengaran yang normal, kita bisa mendengar semua bunyi yang ada disekitar kita.

Secara lebih mendalam, bunyi atau suara adalah gelombang fisika tersebut disebut juga gelombang longitudinal (pemampatan mekanis) yang merambat melalui perantara.

Perantaranya (media) bisa lewat benda zat cair, benda padat atau gas.

Sedangkan dalam ilmu fisika, yang disebut dengan bunyi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Jika dikaitkan dengan perantara yang telah disebutkan tadi, artinya gelombang bunyi bisa merambat melalui benda cair padat dan gas.

Contohnya air, bebatuan atau udara.

Pengertian bunyi

Bunyi merupakan salah satu jenis gelombang fisika yang dapat diterima oleh indra pendengaran makhluk hidup.

Perantaranya (media) bisa lewat benda zat cair, benda padat atau gas.

Sedangkan dalam ilmu fisika, yang disebut dengan bunyi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Sumber bunyi

Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa bunyi timbul karena ada dua benda yang saling bergetar. Bisa saja berupa zat cair, padat dan gas.

Selanjutnya, benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut dengan sumber bunyi.

Bicara mengenai sumber bunyi memang sangat luas sekali cakupannya.

Ada banyak contoh di sekitar kita yang memperlihatkan bagaimana sumber bunyi itu.

Secara garis besar, sumber suara akan dikategorikan menjadi dua jenis, antara lain sebagai berikut :

1) Sumber bunyi alami

Bunyi yang sumbernya dihasilkan oleh suara alam. Artinya, tidak ada campur tangan manusia sama sekali didalamnya.

Contoh: bunyi jangkrik di sore hari, bunyi gemuruh halilintar, bunyi angin kencang yang berhembus, bunyi ledakan gunung Merapi.

2) Sumber bunyi buatan

Sumber bunyi buatan adalah bunyi-bunyian yang didengar akibat dari usaha yang dilakukan oleh manusia. Artinya ada campur tangan manusia sehingga bunyi tersebut muncul.

Seringkali dihasilkan dari kegiatan bermusik atau alat teknologi.

Contoh : bunyi alat music yang dimainkan, bunyi mesin genset, nada dering telepon, dan lain-lain.

Jenis bunyi

Selain dapat dibedakan dari sumbernya, ternyata suara adalah hal yang juga dapat dibedakan berdasarkan frekuensinya.

Ada beberapa jenis bunyi berdasarkan frekuensi, antara lain sebagai berikut :

1. Audiosonik

Bunyi audiosonik adala salah satu dari gelombang bunyi yang memiliki frekuensi antara 20 Hz sampai 20.000 Hz.

Kisaran frekuensi tersebut adalah satu-satunya gelombang bunyi yang bisa ditangkap oleh indra pendengaran manusia secara normal.

Dengan begitu, semua suara yang bisa kita dengar tanpa menggunakan alat dan teknologi khusus termasuk dalam kategori frekuensi gelombang audiosonik ini .

Contohnya, saat kita sedang berbicara atau berteriak, mendengarkan bunyi lagu, suara lalu Lalang kendaraan, suara hewan-hewan tertentu, petir, hembusan angin, dan lain-lain.

Banyak sumber suara dalam kisaran frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz, baik secara alami atau buatan.

Intinya selama kita bisa mendengar bunyi tersebut dengan normal, artinya bunyi termasuk dalam gelombang bunyi audiosonik

Bunyi audiosonik berada ditengah-tengah diantara frekuensi lainnya yang lebih kecil dan besar.

2. Infrasonik

Jika ada frekuensi yang lebih kecil dibanding audiosonik, maka infrasonik lah jawabannya.

Bunyi ini hanya memiliki frekuensi maksimal 20 Hz. Maka dari itu manusia tidak dapat menangkap bunyi yang dikeluarkan oleh sumber bunyi infrasonik.

Adapun yang dapat menangkapnya adalah hewan-hewan tertentu yang memiliki kepekaan tinggi.

Contoh hewa yang dapat mendengar suara infrasonic adalah gajah, badak, cumi-cumi,paus, merpati, anjing dan lain-lain.

Hewan-hewan tersebut indra pendengarannya dapat menangkap gelombang bunyi infrasonic.

Jika manusia ingin mendengar suara pada frekuensi maksimal 20 Hz ini, harus menggunakan alat bantu.

Contohnya untuk mendengarkan bunyi aktivitas gunung berapi atau pergerakan lempeng bumi. Kedua aktivitas tersebut tidak bisa didengar dengan telinga telanjang.

Sehingga butuh alat bantu seperti seismograf.

3. Ultrasonik

Terakhir, bunyi ultrasonic yang memiliki frekuensi diatas 20.000 Hz. Diatas angka tersebut telinga manusia sudah tidak bisa menangkan gelombang bunyi itu.

Akan tetapi ada beberapa hewan special yang masih bisa mendengar suara diatas 20.000 Hz.

Contohnya adalah anjung, kelelawar, belalang, katak, ngengat, paus, lumba-lumba, dan lain-lain.

Bunyi ultrasonic ini juga digunakan oleh manusia untuk beberapa manfaat. Terutama dalam dunia kesehatan.

Namun tentu saja, untuk menangkap gelombang ultrasonic, butuh alat khusus seperti alat pendeteksi janin saat USG, mendeteksi berbagai penyakit, bahkan alat untuk mengukur kedalaman laut.

 

Apakah suara adalah bunyi?

Bicara soal bunyi adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dengan suara. Bahkan tak sedikit yang menggap suara dan bunyi sebagai suatu hal yang sama.

Suara diartikan sebagai sebuah energi yang berupa gelombang yang membutuhkan media atau perantara hiingga memunculkan bunyi.

Tapi bunyi dan suara adalah satu kesatuan yang sama-sama merupakan perwujudan energi yang sudah melewati media.

Sementara perantaranya bisa melalui suara, air, dan benda keras.

Kualitas suara atau bunyi dapat dibedakan berdasarkan frekuensi dan amplitude.

Frekuensi adalah jumlah getaran gelombang suara per detik atau jumlah getaran gelombang elektrik per detik pada gelombang elektromagnetik.

Seperti yang telah dibahas diatas, frekuensi suara yang bisa didengar hingga terdengar bunyi adalah 20 -20.000 Hz untuk telinga manusia.

Dalam satuan Hz, satu Hz sama dengan satu getaran atau gelombang listrik dalam satu detik Sementara amplitudo adalah besaran simpangan gelombang suara yang dihasilkan oleh sumber suara.

Dengan kata lain, simpangan tersebut adalah jarak antara nilai tertinggi dan nilai terendah dalam periode gelombang.

Apabila frekuensi berada dalam satuan Hz (hertz), maka amplitude dinyatakan dalam satuan decibel (dB).

Dalam hal gelombang suara,tinggi rendahnya frekuensi akan mempengaruhi tinggi rendahnya nada suara yang kita dengar.

Sementara tinggi rendahnya amplitude akan mempengaruhi keras atau lemahnya suara yang kita dengar. Jadi suara adalah energi yang ternyata rumit dan melewati proses panjang ya

 

Call Now Button